Kamis, 23 September 2010

Sungai Penuh Online : HBA : Jangan Beranak-Pinak di Asrama Yogya. Cukup Dua Tahun !!!


YOGYAKARTA - Asrama mahasiswa Jambi di Bausasran Danurejan 3 No 717, Yogyakarta, sangat memprihatinkan. Kondisi itu disaksikan sendiri oleh Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), ketika menghadiri gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional XII 2010 di Yogya.
Menurut HBA, antara kemauan mahasiswa penghuni asrama (mahasiswa) dengan hasil renovasi yang dilakukan Pemprov Jambi belum ada kesepakatan. Kondisi kamar terlalu kecil, hanya bisa diisi satu orang.

Pada 2011 Pemprov Jambi menganggarkan dana Rp 400 juta untuk merenovasi asrama Yogya. Pemprov akan duduk satu meja dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat Jambi di Yogya, membicarakan konsep dan sistem renovasi, sesuai bentuk yang diinginkan mahasiswa.
Gubernur minta dinas pekerjaan umum (PU) dan biro umum kantor gubernur Jambi merenovasi asrama sesuai harapan mahasiswa. HBA mengakui kondisi asrama saat ini tidak baik. “Harus segera diperbaiki. Yang sudah biarlah berlalu,” ujar HBA.
HBA tidak mempersoalkan banyak mahasiswa Jambi di Yogya tidak tinggal di asrama yang disediakan pemerintah. “Berarti orang tua mereka mampu. Asrama ini kan untuk yang tidak mampu. Orang Jambi yang tidak punya keluarga disini bisa tinggal di asrama,” katanya.


  Setelah asrama direnovasi HBA berharap mahasiswa tinggal di asrama paling lama dua tahun. “Cukup dua tahun. Setelah itu pindah. Jangan beranak pinak di asrama. Penempatan nanti diatur dengan SK Gubernur agar teratur. Mahasiswa yang tinggal disini tidak dikenakan biaya, hanya bayar uang listrik dan air saja,” tambahnya.
Asrama Jambi di Yogya awalnya sebuah rumah  yang dibeli Pemprov Jambi pada 1959. Kini kondisinya sangat berantakan. Perlengkapan di dalam kamar asrama tidak tampak lagi, seperti kasur dan lemari pakaian. Asrama memiliki 30 kamar tanpa penghuni. Pintunya sudah terlepas akibat kusen keropos. Ruangan kumuh, ranjang berantakan dan plafon jebol.
Heri, pengurus asrama, mengungkapkan, asrama tidak pernah dihuni sejak direnovasi, setelah gempa 2007 lalu. Ukuran kamarnya juga kecil. Dulu ukuran kamarnya 3 x 4 meter dan bisa ditempati 3 orang. Sekarang hanya berukuran 2 x 2 meter. Mahasiswa yang dulu menempati asrama dikenakan biaya Rp 30 ribu per bulan untuk listrik, air dan kebersihan. (infojambi.com)
laporan : nico/humas pemprov  |  editor : doddi irawan

Artikel yang berkaitan




0 komentar:

Posting Komentar



Bagi yang ingin belajar PHP / HTML / MySQL Dan ingin membuat WEBSITE SENDIRI dengan sangat Mudah dan Murah sambil langsung praktek, Saya rekomendasikan anda belajar DI SINI atau DI SINI «« di klik biar situsnya keluar, 4 langkah Mudah dan 3 langkah JITU Murah dan Mudah Membuat WEBSITE. D12UL. D12UL


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More